![]() |
| GOA BELANDA |

Gua ini mempunyai keunikan ,jika kita memasuki gua ini dan berbelok ke lobaang lain kita akan keluar menuju lobang seperti jendela karena tidak ada jalan masuk lagi. Sebenarnya gua ini jika kita mengunjunginya hanya berjalan lurus saja dan melihat sisi kanan dan kiri ada lorong lorong ruangan yang dahulu dipakai dahulunya digunakan untuk tempat istirahat atau tidur para tentara Belanda serta ada juga ruang tahanan atau penjara, ruang interogasi untuk para tahanan, serta lorong ventilasi sepanjang 126 meter dengan lebar dua meter dan ada pula yang dijadikan stasion radio hindia belanda pada perang dunia ke dua namun, sayangnya belum sempat secara optimal. Perjalanan wisata Bandung irit Tetapi dari stasion radio telekomunikasi inilah Panglima Perang Hindia Belanda, Letnan Jenderal TerPootren mengatur rencananya dan melalui Laksamana Madya Helfrich, ia dapat berhubungan dengan Panglima Armada serta sekutu Laksamana Muda Karel Doorman untuk mencegah masuknya Angkatan Laut Kerajaan Jepang yang mengangkut pasukan mendarat di Pulau Jawa. Akan tetapi, usaha tersebut gagal dan seluruh pasukan berhasil mendarat dengan selamat di bawah komando Letnan Jenderal Hitosi Imamura.

Pada masa kemerdekaan, Gua Belanda ini juga pernah dipakai atau dimanfaatkan sebagai gudang penyimpanan senjata dan mesiu oleh tentara Indonesia. Terlihat dari bangunannya yang memang cocok dijadikaan sebagai persembunyian maupun menyimpan hal-hal serta benda-benda yang bersifat rahasia.Perjalanan wisata Bandung irit Disekitaran Gua ini memang sangat terlihat mistis konon ada sebuah kata yaitu kata “lada” jika kita menyebut kata itu konon akan kerasukan dan akan sial. Singkat cerita kata itu adalah nama leluhur di Taman Hutan Raya yang dihormati semua ini tergantung keyakinan kita masing-masing percaya atau tidaknya.

Semula kawasan yang sekarang ditetapkan sebagai Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda adalah bentangan pegunungan dari Barat sampai ke Timur yang merupakan “tangki air raksasa alamiah” untuk cadangan di musim kemarau. Lalu aliran Sungai Cikapundung yang ada di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda pada masa pendudukan Belanda dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bengkok yang merupakan PLTA pertama di Indonesia pada tahun 1918, Perjalanan wisata Bandung irit dimana terowongan tersebut melewati Perbukitan batu pasir tufaan. Pada masa pendudukan Belanda, perbukitan Pakar ini sangat menarik bagi strategi militer, karena lokasinya yang terlindung dan begitu dekat dengan pusat kota Bandung. Lalu terjadilah Perang Dunia ke II pada awal tahun 1941 kegiatan militer Belanda makin meningkat dan terowongan/gua ini dijadikan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Bengkok sepanjang 144 meter dan lebar 1,8 meter dibangunlah jaringan goa sebanyak 15 lorong dan 2 pintu masuk se-tinggi 3,20 meter, luas pelataran yang dipakai goa seluas 0,6 hektar dan luas seluruh goa berikut lorong nya adalah 548 meter. Inilah asal mula terbentuknya Goa Belanda yang jadi saksi sejarah untuk anak cucu kita.
Untuk menuju Gua Belanda sangat mudah sekali anda bisa mengikuti perjalanan tour kami dengan fasilitas mobil+sopir+BBM atau ditambah wisata Bandung lainnya dengan harga terjangkau. Bila anda memakai kendaraan umum anda bisa naik angkot kalapa dago dari arah terminal kebun kalapa lalu turun di terminal dago dari situ disambung naik ojeg yang langsung menuju taman Hutan Raya Ir. Juanda dimana Gua Belanda berada.


0 komentar:
Posting Komentar